Kearifan Pemerintahan Menerima Uang Kripto

 

Smart Blockchain Countries

Kapitalisasi pasar cryptocurrencies tahun ini telah meningkat menjadi $ 800 miliar, yang belum pernah terjadi sebelumnya, naik dari $ 20 miliar hampir setahun yang lalu. Tidak pernah dalam sejarah ada kelas aset yang meningkat sebagaimana uang kripto ini. Walaupun sebagian pemerintah masih mengesampingkannya, sungguhpun ini telah  menjadi ceruk pasar tersendiri, yang semakin menguat dengan revolusi teknologinya, Blockchain, dan tak akan terbendung. Ini adalah suatu hal yang terlalu besar untuk diabaikan. Pemerintah yang cerdas lebih baik jika merangkul revolusi sistem yang dapat digunakan untuk efisiensi perbankan ini. Melawannya tidak ada gunanya dan akan terbukti sangat besar dan mahal konsekuensinya.

Belajar Dari China

Sebelumnya bursa China menyumbang lebih dari 90 persen volume yang diperdagangkan setahun yang lalu, jumlah ini turun menjadi nol persen pada November 2017. Pemerintah China telah memutuskan untuk menutup semua bursa dua bulan sebelumnya pada bulan September, hal ini menyebabkan harga Bitcoin turun dari $ 4.500 menjadi $ 3.000 ketika semua investor berhamburan lari keluar Cina disaat bersamaan. Apa yang terjadi selanjutnya? Sekali lagi, pasar kripto menunjukkan ketahanan dan antifragilitasnya. Meskipun kehilangan pasar Cina, pasar kriptocurrency pulih dan Bitcoin naik 5x sejak jatuh ke $ 3.000.

Larangan bursa ini menghabiskan miliaran Yuan untuk investor China karena mereka gagal dalam rally besar akibat panik dan menjual semua kepemilikan mereka. Tapi partai yang kalah paling telak, sejauh ini adalah pemerintah China. Dengan melarang pertukaran kriptocurrency, dan dengan mencegah warganya memperoleh manfaat dari munculnya kripto di bursa, pemerintah China kehilangan miliaran Yuan dalam pendapatan pajak potensial dan dalam pertumbuhan PDB tambahan.

Tapi kekhawatiran Pemerintah Cina sebenarnya ada pada hal lain. Mereka khawatir bahwa warganya menggunakan kriptocurrency untuk, memotong alur kontrol atas modal dan untuk melindungi diri terhadap kemungkinan penyusutan Yuan. Sejarah ekonomi menunjukkan bahwa kontrol modal selalu gagal, pada akhirnya. Jika orang ingin membelanjakan uang, mereka akan selalu menemukan jalan.

Masalah pada larangan terhadap bisnis yang sangat diinginkan banyak orang adalah bahwa larangan itu tidak akan berhasil. Hal tersebut hanya mendorong berkembangnya pasar kriptocurrency bawah tanah di China. Situs web yang memfasilitasi pertukaran peer-to-peer telah muncul di mana-mana di China. Tidak mungkin untuk mengetahui dengan pasti seberapa besar pasar semacam itu, tapi perdagangan kripto berjalan dengan baik dan hidup di China, pemerintah -terbukti- baru saja kehilangan kendali atas hal itu.

Belajar Dari Cara Jepang

Jepang, di sisi lain, telah mengambil arah yang berlawanan. Dihadapkan pada tantangan demografis dan ekonomi dan hutang publik yang mencapai 250 persen dari PDBnya, Jepang harus menemukan cara untuk menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang lebih banyak. Jadi, alih-alih mengabaikan atau melarang pertukaran kriptocurrency, Jepang memutuskan untuk mengaturnya. Pada bulan yang sama saat China menutup semua pertukaran kripto-nya, Jepang mengeluarkan lisensi untuk 11 pertukaran kriptocurrency. Tujuan Jepang sangat jelas: menjadi pusat kekuatan global untuk transaksi kripto koin. Dan efeknya nyata, Huobi, yang dulunya merupakan pertukaran kriptocurrency terbesar di dunia sebelum ditutup oleh pemerintah China, sekarang pindah ke Jepang dan berencana untuk membuka dua bursa lagi di Jepang.

Sebagai konsekuensi dari lingkungan yang ramah kripto ini, perdagangan kriptocurrency di Yen telah tumbuh secara eksponensial dan hasil pertama sudah muncul. Nomura baru-baru ini memperkirakan bahwa Bitcoin sendiri dapat di nisbatkan sebagai faktor utama atas pertumbuhan PDB 0,3 persen di Jepang.

Jalan Tengah Bagi Pemerintah

Banyak pemerintah masih belum tahu apa yang harus dilakukan dengan kripto-kripto ini, terutama karena mereka tidak memahaminya. Satu hal yang pasti, rezim yang lemah, tidak aman dan otoriter sangat mungkin untuk melawan kripto karena ini adalah alat yang sangat ampuh bagi masyarakat untuk mendapatkan kembali kebebasan mereka. Pemerintahan yang dipilih secara demokratis dan berfungsi dengan baik tidak memiliki sesuatu yang perlu ditakuti dan banyak mendapatkan keuntungan dari kripto di wilayahnya, baik dalam bentuk pertumbuhan ekonomi tambahan yang dipicu oleh revolusi perbankan ini dan oleh tambahan pendapatan pajak yang dapat dihasilkan -capital gain- pada kripto bisnis ini.

Bisnis Kripto ini mungkin tidak terbatas pada penggunaan Bitcoin, mungkin bukan pula Ethereum, tapi beberapa kripto yang masih tersimpan akan segera muncul di mana-mana, seperti platform baru yang akan segera muncul, Universa. Apakah Anda telah melawan kemunculan email untuk melindungi Layanan Pos Anda 20 tahun yang lalu? Nah, melawan kripto adalah hal yang sama, itu tidak bisa dilakukan. Mematikannya – seperti yang disarankan Jamie Dimon – akan membutuhkan dimatikannya Internet, seberapa besar kemungkinan terjadinya hal itu? Tentu kebangkitan kripto bisa saja dihambat, tapi hanya sementara, situasi ini tidak berkelanjutan dalam jangka panjang karena akan sangat mahal bagi negara yang melakukannya, dan akan ditinggalkan saat negara-negara lain bergerak maju.

Perubahan mungkin tidak datang dari arah mana yang anda harapkan, tapi itu akan datang. Seorang bankir Ghana terkemuka – Papa-Wassa Chiefy Nduom – baru-baru ini secara terbuka mendesak Bank Sentral Ghana untuk menginvestasikan satu persen cadangan devisa di Bitcoin. Ini adalah tahap selanjutnya ketika bank sentral akhirnya menyadari bahwa mereka telah kehilangan monopoli pada penerbitan mata uang dan mereka harus bertahan hidup di tengah revolusi teknologi Blokchain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *




%d blogger menyukai ini: