Prospek Blockchain dan Uang Kripto di 2018

Isu tentang Skalabilitas akan terus menjadi masalah bagi Blockchains terdesentralisasi pada tahun 2018 ini
Sifat Blockchains tidak terskala sedari awalnya. Jika sepuluh node atau seribu node memproses transaksi untuk Blockchain, hanya satu di antara transaksi yang bisa menulis di blok dalam satu rentang waktu membuat Blockchain pada dasarnya menulis sebuah proses serial/berurutan. Ini adalah sifat desain awalnya untuk tujuan keamanan. Misalnya, untuk mencegah kemungkinan pembukuan belanja ganda. Akibat dari proses ini adalah, membuang lebih banyak sumber daya di Blockchains tetapi tidak meningkatkan skala transaksi yang dapat diatasi.

Peningkatan dalam ukuran blok seperti yang dilakukan di beberapa Blockchains akan memungkinkan lebih banyak transaksi untuk diakomodasi namun tetap saja berjalan sampai batas tertentu karena perangkat kecil pada klien pada akhirnya tidak dapat mengikuti pertumbuhan Blockchains seiring dengan meningkatnya dan akumulasi transaksi blok. Beberapa proyek blockchain alternatif, seperti Lightning dan Raiden mungkin mulai matang tahun depan namun pada akhirnya juga tidak sepenuhnya menyelesaikan masalah. Hal ini disebabkan kurangnya skema insentif bagi cukup banyak orang untuk mengunci kripto yang mahal untuk membuka rantai samping. Solusi akhir untuk penskalaan on-chain kemungkinan akan dilakukan melalui paralelisasi Blockchains – sesuatu yang akan dilakukan secara efektif. Banyak kripto di atas, seperti Ethereum, memproyeksikan bahwa solusi ini setidaknya baru akan berlaku beberapa tahun mendatang.

Beberapa Blockchains baru telah memperkenalkan paralelisasi berdasarkan topologi yang berbeda seperti paralelisasi berbutir halus pada Decentralized Acyclic Graphics – grafik asiklik terarah (IOTA, Byteball, Hashgraph) atau pembelahan Blok inti (Zilliqa). Proyek-proyek ini akan berguna mencapai kematangan dan mendapatkan penggunaan sampai tahun depan. Namun, kami berharap paralelisasi Blockchains berdasarkan pemecahan blok untuk akhirnya terbukti lebih efisien karena mereka memiliki kesempatan untuk mengoptimalkan rasio antara keuntungan dalam pemisahan tugas dengan kebutuhan untuk mengurangi konflik komunikasi antar permukaan intra Blockchain. Bagaimanapun, proyek-proyek tersebut kemungkinan akan memerlukan waktu untuk membuktikan dan menunjukkan keamanan mereka; sebuah proses yang juga akan berlanjut sampai tahun depan.

Menurut Peter Loop,  associate vice president and senior principal technology architect pada Infosys, dalam opini yang dimuat Coindesk, dia memprediksikan 5 hal penting terkait Blockchain di 2018 ini:

1. Asia dan Timur Tengah akan secara agresif mendorong blockchain
Minat pada blockchain terus menjadi sangat tinggi di Asia dan Timur Tengah, di mana beberapa institusi perbankan terbesar terus maju dengan proyek-proyek blockchain atau penawaran layanan, terutama dalam pembayaran.

Misalnya, bank-bank di Jepang dan Korea Selatan baru saja mulai menguji teknologi blockchain yang bisa mencapai transfer internasional di hari yang sama dan memotong biaya hampir 30 persen.

2. Cybersecurity akan memperkuat adopsi blockchain
Dengan bangkitnya serangan ransomware yang menuntut kripto, keamanan cyber blockchain dan IoT akan muncul dengan pertahanan berdasarkan teknologi kriptografi.

Meskipun ini kedengarannya fantastis dan futuristik, kemunculan alat cybersecurity blockchain mungkin merupakan hal besar berikutnya dalam blockchain. Ketika informasi sensitif di sentralisasikan, maka bisa terjadi seperti kejadian yang dialami Equifax dimana data 143 juta nomor Jaminan Sosial telah dibajak.Tapi jika penyimpanan data informasi sensitif di desentralisasikan, akan menghilangkan satu titik lemah, entah itu terkait sentralisasi informasi, sentralisasi uang, dan sentralisasi kekuasaan. Pergeseran paradigma sedang berlangsung, teknologi Blockchain dan Cryptocurrencies ada di sini untuk menjawab persoalan sekuriti ini. Dengan kebobolan besar seperti yang dialami Equifax membuktikan bahwa perusahaan terpusat pada umumnya tidak dapat melindungi sistem data identitasnya saat ini, kebutuhan akan pendekatan sekuriti identitas berbasis blockchain yang lebih aman, di mana tidak ada yang memegang semua kunci, akan muncul.

3. ICO akan lepas landas
Ada lompatan seismik di ICO pada tahun 2017, dan ekosistem kripto yang terus berkembang dengan sangat baik. Pada tahun depan, laju ICO akan tumbuh secara signifikan lebih cepat, dan akan menyalip dana modal ventura.

4. Keuangan dan asuransi akan masuk semua
Sektor asuransi dan keuangan adalah dua dari yang paling mungkin mengalami gangguan dan ancaman mendalam dari teknologi blockchain.

Asuransi akan muncul sebagai area yang panas karena pemrosesan klaim dan proses multi-partai yang kompleks seperti subrogasi akan menunjukkan nilai bisnis dari otomatisasi berbasis blockchain. Dan, JPMorgan akan membuka meja perdagangan keuangan kripto, terlepas dari komentar viral Jamie Dimon yang menolak validitas kripto.

5. Otomatisasi, privatisasi akan datang
Blockchain akan mendorong transformasi digital perusahaan secara khusus dengan otomasi, digitalisasi proses, tokenisasi aset fisik dan aktivitas dan kodifikasi kontrak yang kompleks.

Selain itu, masalah tata kelola akan terus mengganggu bitcoin (Segwit2x), ethereum (dana Paritas beku) seiring tantangan lain yang baru muncul. Ini akan mendorong perusahaan untuk melakukan “private” blockchains namun tidak akan memperlambat pertumbuhan cryptocurrencies inti.

Tinggalkan Balasan ke ArturGinskaroff Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *




%d blogger menyukai ini: