Blockchain – Teknologi Multi Guna

Selama beberapa tahun, Bitcoin telah menjadi berita utama bukan hanya karena telah menjadi mata uang digital terkemuka, tapi juga karena fluktuasi nilai tukarnya yang luar biasa. Akankah Bitcoin mengalami sukses jangka panjang? Waktu yang akan membuktikan. Tapi untuk saat ini, teknologi yang mendasari uang kripto – yaitu sebuah buku besar digital terenkripsi dan terdistribusi yang disebut blockchain – sedang berada di atas angin dalam tingkat adopsi atau penerapan untuk banyak kegunaan khususnya di dunia online atau korespondensi digital.

Sebenarnya apa itu Blockchain?

Dikembangkan oleh para pendiri Bitcoin, blockchain adalah sistem peer-to-peer open source yang memungkinkan pengguna bertransaksi secara langsung menggunakan aset digital dan tanpa perantara. Transaksi diverifikasi oleh node jaringan dan dicatat dalam buku besar terdistribusi publik yang disebut blockchain.

Blockchains memiliki dua unsur penting:

Enkripsi.
Catatan setiap transaksi termuat dalam segmen-segmen data – atau disebut blok – dihubungkan bersama dalam mata rantai yang mewakili transaksi. Setiap blok dienkripsi dengan mengubah,-atau hashing-, bagian dari blok sebelumnya. Koneksi kriptografi antara setiap blok dan berikutnya selanjutnya membentuk rantai-rantai. Beberapa algoritma mencakup ID untuk setiap pembeli dan penjual dalam sebuah transaksi, dan ID tersebut menjadi bagian dari blok yang sedang dibangun. Setiap link yang ditambahkan ke rantai menambahkan tingkat kalkulasi matematis yang mempersulit orang melakukan hack atau penyalahgunaan karena setiap blok dienkripsi dan divalidasi.

Buku Besar Umum.
Rantai ini pada dasarnya menjadi database terdistribusi, disebarkan oleh semua peserta di jaringan, dengan entri dibuat secara otomatis setiap kali ada blok terbentuk. Buku besar menyimpan aktivitas transaksi dasar – pengirim, penerima, waktu, jenis aset, jumlah, dll. Hal ini diupdate menggunakan proses di mana komputer pengguna mengkonfirmasi dan memvalidasi penambahan stempel waktu ke database satu sama lain saat transaksi terjadi.

Pasar untuk Blockchain

Blockchain dapat mengamankan banyak transaksi digital, bukan hanya untuk pembayaran, dan saat ini persaingannya adalah untuk mengidentifikasi, mengembangkan – dan menginvestasikan- bagi penggunaan di luar ekosistem Bitcoin. Pada tahun 2016, banyak pengadopsi blockchain untuk penggunaan lainnya, terutama di bidang jasa keuangan, akan beralih dari prototipe ke produksi, dan analis memperkirakan suplai investasi lebih besar pada blockchain diluar Bitcoin.

Bank dan lembaga keuangan lainnya memimpin dalam proyek non-Bitcoin, namun blockchain memiliki potensi yang luas untuk mengubah bagaimana bisnis, pemerintah dan individu melakukan bisnis digital apa saja. Apakah b2b, b2c atau p2p, transaksi digital yang memerlukan validasi oleh lembaga perantara dan jaringan digital yang memerlukan pengawasan oleh administrator pusat, bersiaplah akan terusik oleh gangguan blockchain ini.

E-commerce, distribusi musik, real estat, tiket acara, kartu hadiah, pemungutan suara, perdagangan efek, rantai pasokan, audit, dan kontrak sebagian diantaranya. Komunikasi dan transaksi di Internet of Thing juga merupakan target bagi teknologi blockchain, dimana salah satunya IBM telah mengibarkan bendera untuk penerapan teknologi ini, lebih dari setahun yang lalu.

Investasi di Blockchain

Pada akhir 2015, hampir 200 perusahaan modal ventura menginvestasikan hanya di bawah $ 1 miliar, termasuk $ 468 juta pada tahun 2015, di bisnis startup blockchain dan Bitcoin. Khosla Ventures, AME Cloud Ventures, Lightspeed Ventura Partner, dan Andreessen Horowitz termasuk di antara banyak investor. Bagian terbesar pendanaan telah masuk ke ekosistem Bitcoin.

“Pada hari-hari awal teknologi blockchain, banyak perusahaan blockchain hanya berfokus pada pemrosesan pembayaran dan pertukaran Bitcoin,” menurut situs web Blockchain Technologies, yang melacak investasi. “Seiring skala teknologi blockchain yang lebih luas mulai menjadi lebih jelas, perusahaan blockchain baru mulai tumbuh dengan jenis penggunaan di beberapa industri selain hanya finance.”

Dalam sebuah analisis yang dirilis pada bulan Desember 2015, Magister Advisors, bank investasi butik yang berbasis di London dan San Francisco, menegaskan bahwa blockchain sekarang berada pada lintasan yang terpisah dari Bitcoin. Magister mendasarkan kesimpulannya pada wawancara dengan 21 startup Bitcoin dan 12 startup blockchain di luar Bitcoin. 33 perusahaan pemula menerima 51 persen dari total dana global untuk teknologi ini sampai akhir 2015. Para analis juga mewawancarai beberapa hedge fund, bank investasi dan lembaga keuangan lainnya yang berinvestasi dalam proyek-proyek blockchain dan startups.

“Pasar Bitcoin dan blockchain secara fundamental mengembang dalam 12 bulan terakhir,” para analis Magister menyimpulkan. Mereka yakin suntikan pendanaan berikutnya adalah untuk proyek non-Bitcoin. “Kami memperkirakan lebih dari $ 1 miliar akan dibelanjakan oleh lembaga keuangan besar di blockchain non-Bitcoin dalam jangka 24 bulan ke depan.”

Menurut laporan Magister, bank menggunakan blockchain di wilayah yang membutuhkan buku besar terdistribusi dengan integritas kriptografi; sebagai pengganti potensial untuk jaringan middleware dan clearinghouse dalam transaksi keuangan di mana diperlukan verifikasi pihak ketiga, dan pada aplikasi diperluas ke jaringan lain di mana kejujuran sangat penting untuk kinerja. Lembaga keuangan besar telah mengidentifikasi 10 sampai 20 proyek blockchain potensial untuk dievaluasi dan 2016 menandai “perlombaan produksi” seperti pada tahun 2008.

Blockchain Is Disruption Other Industries – picture source https://pwc.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *




%d blogger menyukai ini: