Coin Mining – Perbedaan PoW dengan PoS

Kita mulai dengan pertanyaan: Apakah Penambangan Bitcoin itu?

Pertambangan adalah proses untuk memvalidasi transaksi atau blok dalam jaringan untuk membuktikan dan mengesahkan/validasi kebenaran transaksi dan selanjutnya menambahkan blok baru ke rantai. Dimana proses validasi ini membutuhkan komputer dengan prosesor berdaya tinggi dan melakukan komputasi dengan algoritma yang kompleks, sehingga tentu membutuhkan daya listrik yang besar juga. Tetapi sebagai ganti konsumsi daya, sistem akan memberi imbalan berupa sebagian dari hasil transaksi yang berhasil diproses dalam blockchain tersebut.

Penambangan lebih banyak pada bitcoin daripada coin alternatif – altcoin. Ketika terjadi transaksi di jaringan koin bersangkutan, semakin banyak daya komputasi dan lebih banyak komputer yang Anda miliki, anda mungkin bisa memvalidasi transaksi lebih cepat daripada penambang lain di jaringan. Siapa saja yang bisa memiliki hardware dan setup yang disebutkan di atas, bisa jadi penambang

Ada beberapa altcoin yang mengikuti proses konsensus dan / atau algoritma yang berbeda yang tidak melalui proses “pertambangan” dan karenanya mereka disebut koin “Bukan Tambang”

Proof of Work (PoW):

Proof of Work – Bukti Kerja (PoW) sebagai status sebutan adalah validasi dari pekerjaan yang terjadi dan membuktikan pekerjaan itu sahih. Bitcoin dan banyak altcoin mengikuti cara konsensus ini untuk memastikan keabsahan rantai itu bagus.

PoW dapat disederhanakan sebagai berikut; misal seorang siswa sedang mengikuti ujian matematika bersama dengan siswa lain di kelas. Siswa yang mampu, tidak hanya menemukan hasil jawaban yang benar, tapi juga bisa menunjukkan bukti lengkap (berupa catatan/coretan dari proses dan langkah perhitungan matematikanya) yang menghasilkan jawaban benar tersebut (bukan mencontek jawaban sisw lain). Siswa yang berhasil menjawab dengan seluruh proses ini tentu membutuhkan daya berfikir yang besar, dan tentu menguras banyak energi dari tubuhnya.

Sekarang analogi ini kita terapkan ke transaksi kripto, “ujian matematika” mengacu pada “transaksi”, “kelas” mengacu pada “dunia”, “Siswa” mengacu pada “perangkat keras / komputer komputasi” yang menjalankan algoritme kompleks, “daya berfikir” mengacu pada “daya komputasi” dan “banyak energi” mengacu pada “banyak daya listrik”.

Setiap konsep pasti mungkin memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri, PoW memiliki kelemahan sendiri seperti di bawah ini

· Membutuhkan lebih banyak tenaga listrik dan itu berarti biaya untuk menambang
· Server perangkat komputer berdaya tinggi yang mahal
· Kemungkinan penambang memboyong perangkat keras mereka untuk menambang koin yang berbeda jika imbalannya lebih baik
· Dengan semakin banyak koin (seperti pada jumlah bitcoin yang lebih banyak ditambang), imbalan fee penambang akan turun seiring semakin langka koin yang dapat ditambang.

Proof of Stake (PoS):

Proof of Stake – Bukti Kepemilikan (PoS) adalah cara alternatif untuk memverifikasi dan memvalidasi transaksi atau blok. Ini akan memilih Validator (sebagaimana “penambang” dalam PoW) berdasar jumlah saham (koin) yang dimiliki oleh validator, dan lama kepemilikan saham tersebut. Jika Anda memiliki 100.000 altcoin berbasis PoS dalam Wallet, akan memiliki umur yang melekat padanya berapa lama Anda memilikinya. Di sini sejumlah 100.000 koin tersebut adalah Stake. Jika Anda memindahkan koin Anda dari satu alamat (atau Wallet) ke yang lain, usia saham akan di reset. Jumlah ini seperti uang jaminan yang berarti Validator yang memegang saham koin dengan usia yang baik lebih komit, dan dikombinasikan dengan banyak faktor lainnya, akan mendapatkan kesempatan lebih tinggi untuk memvalidasi satu blok. Hal ini memungkinkan membangun jaringan yang terpercaya dan terdistribusi dengan Validator setia (saham koin yang tinggi). Validator memperoleh sebagian atau seluruh biaya transaksi. Di PoS, bukan aktivitas “mining” tapi “forging” yang dilakukan oleh Validator yang akan memproses dan memadukan blok ke rantai.

Ini menghilangkan tantangan dari PoW dan diyakini lebih menguntungkan

· Tidak perlu perangkat keras yang mahal (laptop atau komputer yang menjalankan klien Validator koin akan bekerja normal selama laptop atau komputer online)
· Hemat energi karena tidak akan mengkonsumsi listrik tinggi seperti yang dilakukan PoW
· Validator lebih loyal … Semakin tinggi saham yang dimiliki Validator untuk waktu yang lama, semakin banyak peluang bagi Validator untuk “menempatkan” blok dan mendapatkan biaya transaksi.
· Validasi lebih cepat

Di PoS, setiap validator menempatkan beberapa saham di jaringan. Seperti di platform Ethereum, Ethereum saat ini juga bergeser ke PoS dengan protokol baru yang dinamai “Casper” dengan melakukan bonding stake atau menyimpan sejumlah uang ke dalam jaringan, dan dalam beberapa hal menggunakannya sebagai vocher jaminan untuk suatu blok. Dalam PoW kita telah ketahui bahwa sebuah rantai akan valid karena banyak proses kerja di sekeliling rantai itu, sementara di PoS Anda mempercayai rantai dengan jaminan saham tertinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *




%d blogger menyukai ini: